Kemenag Kukar Gelar Rukyatul Hilal, Pengaruh Cuaca Halangi Pengamatan

img

(Pemantauan Hilal di Kabupaten Kukar/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Memastikan bulan suci ramadan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rukyatul Hilal. Pemantauan dilakukan di Gedung PC NU Kukar pada Jumat (28/2/2025) sore.

Pemantauan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Kukar, H. Nasrun didampingi oleh Perwakilan Muhammadiya, DMI Kukar, MUI Kukar dan Pengadilan Agama Kukar.

"Sore ini, kita bersama-sama melaksanakan kegiatan rutin dalam menyambut 1 Ramadan. Rukyatul hilal sudah menjadi tradisi setiap pergantian bulan untuk menentukan awal bulan baru.” Ujar Nasrun kepada awak media Jumat (28/02/2025) disela-sela pemantauan hilal

Ia menyebutkan pemantauan ini sendiri menjadi bagian rangkaian guna memastikan pergantian bulan dalam kalender Hijriyah, dengan menggunakan dua metode yang digunakan, yaitu rukyatul hilal dan hisab.

“Keduanya sama-sama dibolehkan dan dapat digunakan. Untuk memastikan pergantian bulan dalam kalender Hijriyah menggunakan metode pengamatan langsung (rukyat) serta perhitungan astronomi (hisab).” Jelasnya

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kemenag RI, Nasrun menyebutkam posisi hilal berada pada ketinggian 3° 52' 59" dengan elongasi 5° 37' 79". Sehingga secara teori, posisi tersebut memungkinkan hilal untuk terlihat, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. 

"Melalui metode Rukyatul Hilal, ketika posisi bulan berada di atas 3 derajat maka bisa dipastikan besok memasuki bulan baru, yakni awal bulan Ramadhan," tambah Nasrun. 

Dari pantaun Poskotakaltimnews di lokasi langsung pada pukul 18.27 dalam pemantauan yang dilakukan Kemenag Kukar hilal tidak berhasil terlihat karena kondisi alam yang kurang mendukung. 

“Kami telah melakukan pemantauan, akan tetapi tidak menemukan hasil karena faktor alam. Oleh karena itu, kami menunggu keputusan dari Kementerian Agama RI.” Terang Nasrun

Sehingga dalam hal ini Kemenag Kukar juga menegaskan bahwa pihaknya menghargai adanya kemungkinan perbedaan dalam penentuan awal Ramadan antara ormas Islam dan pemerintah.

“Penentuan resmi 1 Ramadan akan tetap merujuk pada sidang isbat yang digelar Kemenag RI. Kita tunggu sidang isbatnya.”tutupnya (tan)